Categories
Uncategorized

Silaturahmi Unik Pengusaha Bus Pariwisata

ibistrans.com sewa bus pariwisata midas nusantara

4 unit bis dari bermacam titik di Jabodetabek merapat ke tempat peristirahatan jalur tol Jakarta– Cikampek di Kilometer. 57. Terdapat 2 bis besar serta 2 bis medium itu tiap- tiap cuma terisi setengah kapasitas bis. Penumpangnya para penggiat wisata yang senantiasa bersinggungan dengan bus- bus wisata yang lagi dalam ekspedisi mengarah Yogyakarta dalam rangka kumpul tahunan.

“ Ini boleh dibilang kumpulan penggiat wisata, kumpul bareng orang- orang yang berkecimpung di dunia wisata. Dahulu awal kali berkumpul tahun 2013 dalam kegiatan Meet& Greet penggiat wisata. Mulai dikala itu, aktivitas kumpul- kumpul ini jadi jadwal tahunan,” kata Pimpinan Panitia Meet& Greet 2018, Ahmad Faisal Nurfajri kepada haltebus. com di sela- sela kegiatan di Yogyakarta, Sabtu( 8/ 8/ 18).

Bagi laki- laki yang akrab disapa Faisal itu, awal mulanya aktivitas ini merupakan ajang pertemuan penggiat wisata yang kerap berkomunukasi melalui media sosial. Begitu akrabnya di dunia maya, mereka setuju buat menggelar pertemuan tatap muka. Semenjak pertemuan awal sampai ketiga, jumlah yang ikut serta terus menjadi bertambah. Sampai kesimpulannya terdapat organisasi Asosiasi Penggiat Wisata.

Sayangnya, lanjut Faisal, walaupun terdapat asosiasi, aktivitas mereka yang terlaksana cuma pertemuan tahunan. Asosiasi juga dikira kurang efisien dalam mewadahi para penggiat wisata ini.“ Bisa jadi sebab sahabat terbiasa dengan kerja sendiri, kesimpulannya mereka pula tidak sangat tergantung ke asosiasi. Di sisi lain sahabat pengurus pula tidak dapat fokus, bisa jadi lebih sebab kesibukannya tiap- tiap pula,” kata ia.

Kesimpulannya sebagian besar penggiat wisata, lanjut Faisal, memilah metode yang unik buat berkumpul. Ialah cuma setahun sekali serta komunikasi mereka tiap hari sebagian besar dicoba lewat media sosial, ataupun pertemuan antar orang. Walaupun bertabiat cair, nyatanya pertemuan Meet& Greet ini lumayan dinanti para penggiat wisata. Kenyataannya, semenjak 2013 tiap tahun mereka berkumpul berbagi data, silih memahami satu sama lain dan mempromosikan usaha tiap- tiap.

Jadwal pertemuan tahun ini lumayan menarik. Terdapat kunjungan ke Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang. Mereka memandang dari dekat proses pembuatan bis. Nyatanya terdapat di antara penggiat wisata ini yang lagi menunggu selesainya bis yang dipesannya. Merupakan Faris Arrowmilly yang sepanjang sebagian tahun ini mengibarkan bendera Vian Tour di dasar PT. Tyo Vian Mandiri mengawali langkah lanjut dari mengorganisir ekspedisi wisata ialah mempunyai satu unit bis.

Bis yang diberi nama Kaisar ini masih dalam proses pembuatan rangka, dikala ia berkunjung ke Karoseri Laksana.“ Ini bagian dari rencana masa depan, biar dapat menolong branding paket wisata kami. Jika travel( biro ekspedisi) memiliki bis itu lumrah. Namun jika industri bis buka travel itu hendak repot,” kata Fariz yang pula Direktur Utama PT. Tyo Vian Mandiri itu.

Pasti semangat yang sama pula jadi impian sahabat sesame penggiat wisata. Agus Tera misalnya berharap satu dikala nanti mempunyai bis, entah bis medium ataupun bis besar.“ Doain deh mudah- mudahan nanti dapat memiliki bis ya,” kata Agus dikala bis yang mereka tumpangi belum beranjak jauh dari titik kumpul di Bekasi, serta langsung disambut sahabatnya dengan seruan,“ Amiin.”

Kunjungan ke Karoseri Laksana jadi bagian dari pendidikan penggiat wisata ini buat lebih memahami karoseri bis. Bagi salah satu penggiat wisata dari PO. Cipta Karunia, Ivoni Gustia, kunjungan ini dapat jadi dini yang bagus dalam menghadirkan bus- bus yang dipunyai mitra penggiat wisata.“ Ke depan sahabat dapat memperhitungkan produk Laksana semacam apa, produk karoseri yang lain pula gimana. Pastinya buat pengetahuan pula dikala berhubungan dengan customer,” ucapnya.

Dalam rangkaian Meet& Greet itu diselenggarakan pula pertemuan dengan mitra serta sponsor aktivitas. Tidak cuma industri bis, hotel, rumah makan serta seluruh pihak yang berkepentingan di dunia wisata. Salah satu yang ikut serta dalam pertemuan Sabtu malam merupakan PT. Catur Karya Brilian. Satu unit busnya digunakan buat mengangkat para partisipan dari kawasan Selatan Jakata.“ Kami turut kegiatan ini buat mencari masukan dari sisi produk. Sebab kami masih baru serta berharap dapat semacam karoseri yang lain,” kata Manager PT. Catur Karya Brilian, Mardiyan Gusanto.

Kemudian gimana asumsi para partisipan dengan terdapatnya kegiatan ini? Nur Rofik dari Jasmine Travel mengatakan, pertemuan ini dapat silih mengakrabkan orang- orang dengan profesi yang sama yang berkaitan dengan bisnis di dunia pariwisata. Bagi ia, pertukaran data serta menjalakan komunikasi yang erat, jadi bagian berarti dari pekerjaan mereka.“ Kita dapat silih support satu sama lain,” begitu ia mengatakan dengan pendek.

Direktur Bus pariwisata midas nusantara PT. Midas Transportasi Dyra S Madhona mengatakan, kebersamaan ini sangat positif untuk seluruh pihak. Bagi ia, sinergi antar pihak dapat silih mengisi satu sama lain. Ia mengaku telah merasakan khasiat menjalakan komunikasi dengan para penggiat wisata ini. Sebab itu dikala didaulat buat membagikan pemikirannya ia tidak sungkan mengatakan,“ Kami terdapat penawaran buat sahabat yang muncul.”

Sepanjang di Gunung Kidul juga alih- alih berekreasi, mereka pula menjalakan komunikasi. Mereka menggelar silaturrahim dengan PO. Maju Mudah yang diwakili oleh Deni Indah Asrining Wulan dari keluarga owner bis asli Gunung Kidul itu. Pertemuan yang diselenggarakan di garasi Wonosari itu lumayan akrab serta diselingi dengan gambar bersama.

Tidak cuma silaturrahim dengan industri bis, mereka pula menggelar pertemuan dengan Dinas Pariwisata Kab. Gunung Kidul dan Polres Gunung Kidul. Bisa jadi agak sedikit mengundang tanya, apa korelasi mereka dengan kepolisian setempat? Para penggiat wisata ini tidak tidak sering bawa rombongan bis dalam jumlah besar. 6 unit bis ataupun apalagi lebih dikala beriringan di jalan- jalan di Tepi laut Selatan Gunung Kidul bila tidak terorganisir dengan baik dapat memunculkan permasalahan.

Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan serta Patroli, Satuan Bhayangkara( Sabhara) Polres Gunung Kidul Ipda. Ristanto Puji Raharjo yang pula membawahi pengamanan posisi wisata berdiskusi bersama mereka. Tidak ketinggalan Kepala Bidang Industri serta Kelembagaan Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Eli Martono, turut dalam pertemuan itu.

Firman Fathul Rohman dari PT. Syafara Sinar Holidays yang turut menunjang aktivitas ini memperhitungkan, aktivitas Meet and Greet sangat positif buat mereka. Semenjak awal kali berkumpul, paling tidak nyaris sepertiga dari agenda ekspedisi bis yang dikelolanya, diisi oleh penggiat wisata.“ Banyak sisi positifnya, mudah- mudahan sahabat penggiat wisata ini dapat terus menjadi solid serta lebih baik lagi kerja samanya di masa mendatang,” katanya

1 reply on “Silaturahmi Unik Pengusaha Bus Pariwisata”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *