Categories
Uncategorized

Pemberian Pakan Ternak Kambing


Manajemen Pemberian Pakan Ternak Kambing Di Desa Sukamulya

Pelatihan Ternak Kambing | Pada lazimnya hewan kambing yakni salah satu macam ternak ruminansia kecil yang sudah dikenal secara luas di Indonesia. Ternak kambing di Indonesia memiliki potensi produktivitas cukup tinggi sebagai penghasil daging dan susu (dwiguna) serta kulitnya yang memiliki poin ekonomis.
Pada lazimnya usaha ternak kambing di Indonesia masih dilakukan secara tradisional dengan manajemen pemberian pakan belum baik sebab masih bersifat usaha sambilan bagi peternak sehingga produksi yang dihasilan belum optimal. Murdjito et al. (2011) mengucapkan bahwa rata-rata peternak kambing di Indonesia cuma memiliki modal kecil dengan cara pemeliharaan secara tradisional dalam skala 2-7 ekor.
Pemeliharaan ternak kambing di Desa Sukamulya masih bersifat tradisional, yang mana kambing dipelihara dengan memanfaatkan potensi hijauan yang tersedia di desa. Potensi hijauan yang tersedia sebagai pakan ternak kambing meliputi vegetasi rumput dan legum alam yang terdapat di lahan perkebunan karet.

Pemberian Pakan Ternak Secara Tradisional


Manajemen pemberian pakan pada ternak kambing yang dilakuan secara tradisional dapat diberi secara seketika (cut and carrry) pada ternak kambing yang dikandangan atau melepas kambing di perkebunan karet. Masalah pada ternak kambing di daerah ini yakni ketersedian pakan tergantung musim dan bersifat fluktuatif. Ternak kambing memanfaatkan pakan alami seadanya dengan ketersediaan pakan alami yang tergantung musim, pada musim penghujan pakan masih dapat tercukupinamun pada musim kemarau ternak kambing terjadi kekurangan pakan.
Pemberian pakan pada ternak kambing dengan memanfaatkan potensi hijauan seadanya dari lahan perkebunan karet akan mengakibatkan pertumbuhan ternak kambing menjadi terhambat, khususnya pada musim kemarau yang potensi hijauan betul-betul sulit untuk ditemui sehingga situasi ini tak pantas dalam menuju manajemen pemberin pakan yang diharapkan.
Untuk menuntaskan situasi tersebut perlu adanya teknologi penambahan pakan konsentrat sehingga keperluan ternak kambing dapat tercukupi. Menurut Sarwono (2005) pakan yang sempurna mengandung perlengkapan protein, kabohidrat, lemak, air, vitamin dan mineral yang betul-betul dibutuhkan ternak kambing untuk tumbuh dan berkembangbiak. Salah satu unsur penyebab rendahnya tingkat produktivitas ternak yakni rendahnya kwalitas bahan pakan yang awam terdapat di daerah tropis seperti Indonesia.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ternak kambing yakni dengan meningkatkan kwalitas pakan yang diberi dan menerapkan manajemen pemberian pakan yang baik. Menurut keadaan sulit diatas karenanya perlu diadakannya praktek lapangan seputar manajemen pemberian pakan pada ternak kambing di Desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Tujuan dari Penelitian Lapangan ini yakni untuk mengetahui dan mempelajari manajemen pemberian pakan ternak kambing di Desa Sukamulya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Cara Pemeliharaan Ternak Kambing


Peternak di Desa Sukamulya pada lazimnya masih menerapkan cara pemeliharaan secara tradisional. Peternak memelihara kambing disekitar daerah tinggal dengan memanfaatkan potensi yang ada dilingkungan daerah tinggalnya.
Ternak kambing mendapatkan pakan yang berasal dari perkebunan dengan cara ternak kambing digembalakan atau ditambatkan di ladang atau kebun dengan memanfaatkan rumput yang ada di kebun tersebut. Sore harinya ternak kambing digiring pulang ke sangkar, dalam hal ini peternak belum memberikan pakan tambahan berupa konsentrat. Menurut Mulyono et al. (2007)cara pemeliharaan secara tradisional yang idealnya perlu ditambahkan pakan konsentrat.
Desa Sukamulya terdiri dari 4 dusun tiap-tiap dusun terdapat peternak yang memelihara kambing sebagai penghasilan tambahan disamping profesi utama sebagai petani karet. Peternak di dusun 1 dan dusun 2 Desa Sukamulya ternak kambing dikandangkan dengan penyediaan hijauan pakan secara terus menerus oleh peternak secara cut and carry yakni penyediaan hijauanpakan dengan cara dipotong dan diangkut.

Cara Pemeliharaan Pemberian Pakan Ternak Kambing


Peternak dikedua desa tersebut lazimnya mengangkut hijauan pakan dengan gerobak kecil, menerapkan pikulan dan sepeda motor. Penyediaan hijauan pakan ternak dengan cara cut and carry dikedua dusun tersebut dilakukan pada pagi hingga siang hari sekitar pukul 10.00-13.00 WIB atau pada siang hari hingga sore sekitar pukul 12.00-15.00 WIB, padahal dusun 3 dan 4 Desa Sukamulya yakni lahan perkebunan dengan permukiman penduduk yang tergolong sepi dan jarak antara rumah berjauhan.
Terdapat banyak perkebunan karet yang diaplikasikan sebagai penghasilan utama dari Desa Sukamulya sehingga ternak kambing digembalakan dibawah perkebunan karet yang ada di desa ini. Pemberian hijauan pakan ternak kambing yakni saat siang hari pada pukul 11.00 WIB ternak dibiarkan mencari rumput dan saat sore hari pukul 16.00 WIB ternak kembali di sangkar.
Menurut hasil dari penelitian karenanya dapat disimpulkan bahwa cara pemeliharaan ternak kambing di Desa Sukamulya menerapkan cara pemeliharaan tradisional. Pemberikan pakan kambing dengan cara cut and carry dilakukan untuk pakan malam hari dan digembalakan pada siang hari. Macam hijauan utama pakan ternak kambing yang terdapat di Desa Sukamulya yakni hijauan macam bayeman berupa leguminosa (Asystasia gangetica) hijauan ini diberi pada ternak kambing secara seketika ataupun pada saat digembalakan tanpa ada penambahan pakan konsentrat ataupun pakan tambahan lainnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *